Hitung jumlah tanaman.
Kalkulator jarak tanam menampilkan berapa banyak bibit tomat, cabai, selada, wortel, atau tanaman lain yang muat dalam bedeng dengan ukuran tertentu. Masukkan panjang dan lebar bedeng, lalu jarak antar baris atau pola square-foot-gardening — alat akan menghitung jumlah total tanaman dan perbandingan tata letak persegi vs segitiga. Rekomendasi default mengikuti panduan IPB dan extension USDA.
Tata letak persegi: tanaman per baris = ⌊panjang / jarak⌋, baris = ⌊lebar / jarak⌋, total = perkalian. Tata letak segitiga (offset): setiap baris ke-2 digeser setengah jarak, menghasilkan sekitar 15% lebih banyak tanaman tanpa berdesakan. Jarak rekomendasi tanaman populer: tomat 60 cm, cabai 45 cm, selada 20 cm, wortel 8 cm, kemangi 30 cm. Pola 1, 4, 9, atau 16 tanaman per ft² juga didukung.
Dengan jarak 60 cm pola persegi, muat 8 tanaman. Pakai pola segitiga, jumlah naik menjadi 10 karena setiap baris kedua digeser 30 cm.
Bedeng 1,2 × 1,2 m dengan jarak selada 20 cm pola persegi menghasilkan 36 tanaman. Tanam berurutan setiap dua minggu untuk panen sinambung dari musim hujan ke awal kemarau.
Strip 30 cm × 2,4 m dengan jarak wortel 8 cm dalam satu baris menghasilkan 30 wortel. Pengjarangan dilakukan 7–10 hari setelah perkecambahan supaya umbi punya ruang membesar.
Mengikuti pedoman extension Cornell, Iowa State, University of California, serta panduan IPB untuk pekarangan rumah. Petani komersial sering pakai jarak lebih rapat karena memakai fertigasi tetes dan penyiang mekanis.
Segitiga cocok untuk bedeng tinggi dan square-foot-gardening di pekarangan kecil. Hindari untuk tanaman yang butuh baris lurus karena alat penyiang mekanis.
Alat sudah menyisihkan jarak/2 dari setiap tepi agar tanaman tidak menggantung. Bila bingkai kayu bedeng kasar, sisakan lagi 5 cm di dalam supaya tanah tidak cepat kering.